Sabtu, 30 Juli 2016

Tanggung Jawab Moral Penulis Biografi

Satu tahun yang lalu (tepatnya tanggal 7 Agustus 2015), aku menerima "sebuah e-mail" dari seseorang yang tidak kukenal. E-mail tersebut diberi judul "permohonan". Dari judul yang dibuat, rasanya tidak ada yang menarik untuk kubaca lebih jauh. Sejenak aku berpikir: ah, ini paling-paling surat elektronik dari seseorang yang ingin minta sumbangan, atau bisa jadi surat elektronik dari orang di luar negeri untuk minta bantuan kepadaku lantaran dia dinikahi orang asing, lalu suaminya meninggal (biasanya kecelakaan), dan dia memiliki dana cukup besar yang ditawarkan kepadaku untuk bisa kurahasiakan.

baca lebih lanjut...?

Minggu, 20 Desember 2015

Tikus


cerpen (Solo Pos, Minggu 20 Desember 15)

SUDAH lama Ibrahim bermimpi punya rumah. Rumah sederhana, yang tak terlalu besar, asal bisa membuat dia tidur nyenyak sepulang dari kerja. Itu sudah cukup. Rumah yang membuat Ibrahim tak lagi mengontrak, tak pindah dari satu kampung ke kampung lain. Apalagi, sejak Ibrahim menikah enam tahun lalu. Mimpi itu pun melintas kuat di otak Ibrahim.

baca lebih lanjut...?

Minggu, 09 Agustus 2015

Uang Bau Tanah

Cerpen (KR, Minggu 9 Agustus 15)

SEJAK satu bulan yang lalu, Haikal sudah berjanji tak akan menyentuh uang itu lagi. Uang yang ia sebut-sebut uang bau tanah, dan telah membuat celaka dua orang yang telah dia tolong dengan tulus. Tetapi, pagi ini Haikal bimbang.

baca lebih lanjut...?

Sabtu, 27 Juni 2015

Setengah Jam Setelah Pemakaman

Cerpen (Tabloid Cempaka edisi 14, 27 Juni - 3 Juli 2015)

AKU tiba di rumah mertuaku, setengah jam setelah pemakaman. Aku datang terlambat, tepat saat orang-orang kampung baru saja pulang dari tempat pemakaman umum. Aku turun dari ojeg, lantas melangkah dengan menunduk. Di halaman rumah mertuaku, aku melihat ceceran bunga, terpal yang meneduhi rumah dan deretan kursi yang kosong. 

baca lebih lanjut...?

Minggu, 08 Juni 2014

Peri Kertas

cerita pendek (Solo Pos, Minggu 8 Juni 2014)

SUBUH hampir berlabuh ketika Maliki terjaga dari mimpi. Sekelebat, bocah mungil yang masih duduk di bangku kelas tiga SD itu seperti melihat tubuh yang lembut turun dari hamparan langit, lantas bergulung dengan gemulai tepat di samping rumah. Tubuh lembut itu berjalan seperti mengambang di atas tanah. Gaun putih yang dikenakan menjuntai panjang bagai gulungan ombak, bergelombang seakan mengiringi langkah kakinya yang berjalan pelan ke arah jendela kamar tempat Maliki meringkuk kedinginan.

baca lebih lanjut...?

Minggu, 20 April 2014

PR Matematika

cerita pendek ini dimuat di Republika, Minggu 20 April 2014

TELEVISI di ruang tengah rumah Noura masih menyala.

Noura duduk bersimpuh di karpet, dengan tangan kanan memegang pensil dan di hadapannya terbentang dua ruas buku tulis yang sudah penuh coretan. Gadis berusia sepuluh tahun yang duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar itu bingung menuliskan angka di lembaran kertas. Sesekali, ia menambahkan beberapa angka. Sayang, ia tak tahu apa yang harus dilakukan.

baca lebih lanjut...?

Sabtu, 12 April 2014

Golput dalam Pemilu 2014

opini ini dimuat di Bisnis Indonesia Sabtu, 12 April 2014

PEMILU legislatif (yang digelar 9 April 2014) telah usai. Meski, KPU (Komisi Pemilihan Umum) belum resmi mengumumkan hasil akhir perhitungan suara pemilu 2014, dari beberapa hasil hitung cepat bisa dipastikan PDIP menang. Pasalnya, dari hasil hitung cepat beberapa lembaga survey tidak jauh berbeda. Quick qount yang dirilis Cyrus-CSIS (Kamis 10/4/14) menempatkan PDIP pada posisi atas --di antara 12 partai politik peserta pemilu yang lain-- dengan mendulang suara 18,90 persen, disusul Partai Golkar 14,30 persen, dan Partai Gerindra 11,80 persen.

baca lebih lanjut...?