Tampilkan postingan dengan label esai film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label esai film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2008

jarak estetik sebuah tafsir (catatan atas film ayat-ayat cinta)

(esai ini dimuat di Seputar Indonesia Minggu 30 Mar 08)

KESUKSESAN yang telah diraih sebuah novel best seller, tak jarang mengantar novel itu kemudian diadaptasi ke layar lebar. Tetapi, siapa yang berani menjamin kala novel itu cukup laris di pasaran akan sukses pula ketika diangkat dalam bentuk film?

baca lebih lanjut...?

Rabu, 07 November 2007

Di Balik Semarak Film Remaja Indonesia

(Esai ini dimuat di Sinar Harapan, Jumat 7 Mei 04)

SETELAH vakum selama 10 tahun, dunia industri film mulai menampakkan geliat yang cukup menggembirakan. Pencapaian puncak geliat itu terjadi akhir 2003 dengan diputarnya tiga film bersamaan, Eiffel...I’m in Love (yang disutradarai Nasry Ceppy), Biarkan Bintang Menari (Indra Yudhistira), dan Arisan (Nia Dinata). Bahkan, belum sempat kenangan ketiga cerita film itu hilang dari benak penonton, disusul pemutaran film 30 Hari Mencari Cinta (Upi Avianto). Meski diputar bersamaan, tetap tidak sepi penonton. Bahkan membludak dan saat membeli tiket terpaksa harus lewat antre yang panjang dan berdesakan. Sungguh semarak!

baca lebih lanjut...?